Saturday, 22 August 2015

video


Kalau yang ini adalah video khusus yang benar-benar behind the scene dan tidak akan ada di tayangan manapun! Hahaha! Dalam setiap trip, memecah kepenatan bisa dilakukan dengan berbagai cara. Trip ke pedalaman bukan perkara mudah dan ringan baik itu fisik dan mental, apalagi kita dituntut terus mampu beradaptasi dengan cepat dengan alam dan juga masyarakatnya. Saat itu kami berada di Danau Sigi, Desa Sigi, Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Danau kecil tersebut merupakan danau ulayat milik orang-orang Sigi yang mayoritas adalah suku Dayak Ngaju. Panas menyengat kepala oleh karenanya sequence kuliner kami buat di tepian danau yang cukup rindang dengan naungan dedaunan pohon-pohon purba yang sudah tumbuh entah dair tahun kapan.

Host Madhina Suryadi adalah host temporer di program Jejak Petualang Trans|7, lolos dari audisi host Jejak Petualang yang dilakukan oleh program petualangan ini di Bandung sekitar setengah tahun lalu. Masih aktif sebagai mahasiswi Jurusan Hukum Universitas Parahyangan, Bandung. Oleh karenanya hanya bisa terlibat trip dengan Jejak Petualang di saat libur kuliah saja. Saya menyebutnya host 'unyu-unyu' saking masih belia-nya. Namun komitmennya pada program, pada pekerjaan, dan juga ketangguhannya di alam bebas memang patut diacungi jempol. Tangguh dan tidak canggung sama sekali, meski harus belepotan lumpur seharian sekalipun! Padahal selain aktif kuliah, mojang Priangan ini juga sibuk menjadi model kosmetik! Yang biasanya menurut pandangan umum, akan terkesan manja dan ribet saat berada di alam bebas (bisa jadi karena panas, nyamuk, dan kondisi lainnya yang tidak ideal). Tetapi rupanya Madhina Suryadi bukan tipe cewek masa kini yang seperti itu.

Kembali ke maksud dari postingan ini. Saat itu kami sedang menunggu olahan wild culinary yang kami buat bersama ibu-ibu Desa Sigi matang. Olahan khas yang merupakan kombinasi daun tayak (taya/bengkel) dicampur ikan air tawar. Daun tayak adalah sayuran hutan dengan cita rasa pahit seperti pare/paria dan atau daun pepaya, hanya saja daun tayak ini lebih pahit lagi! Kami bertiga termasuk kameraman Eko Priambodo menanti di dekat 'dapur' darurat di alam bebas yang kami buat. Madhina Suryadi rupanya sedang bersemangat menghibur kami dan juga semua warga desa yang ada saat itu dengan keahliannya bermain harmonika. Rupanya salah satu lagu yang dia mainkan adalah Sudah Terlalu Lama Sendiri-nya Kuntoaji. Lagu yang ditujukan untuk nyepet saya yang juga belum menikah meski sudah 'berkepala' tiga sekian. Sejak lagu ini mengudara di Danau Sigi, saya kemudian menambahkan predikat baru kepadanya bukan lagi host 'unyu-unyu' melainkan host 'unyu-unyu tengil'.

Well, ini hanyalah sekedar catatan iseng saja untuk menyertai video yang sayang untuk dihapus dari memori ponsel. Tidak ada maksud tidak baik yang menyertainya. Sekedar mengenang kebersamaan dengan rekan satu tim saat menjalankan tugas di lapangan. Saat ini Madhina Suryadi kembali sibuk kuliah mengejar titel Sarjana Hukum-nya di Unpar Bandung. Sing semangat neng! Nuhun tos ngetrip sareng Jejak Petualang. Salam ka ibu dosen nu geulis nyak?!

* Video captured & edited by iPhone 5s by me!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers