Tuesday, 25 August 2015



Sekedar catatan pengantar foto-foto. Dalam dua tahun terakhir, telah tiga kali saya keluar masuk Desa Padura, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Banyak hal yang bisa didokumentasikan di desa ini, terutama berkaitan dengan sungai warisan nenek moyang mereka, Sungai Paduran Alam. Letaknya di kawasan penyangga Taman Nasional Sebangau. Karena kekayaan kegiatan masyarakat itulah saya bolak-balik ke desa, meski melalui perjalanan darat saja sebenarnya cukup melelahkan. Dari kota Palangkaraya bisa kita tembus dalam 4-5 jam jika jalanan kering, jika musim penghujan, perlu waktu dan moda transportasi tambahan selain mobil, yakni kelotok ojek. Daerah ini juga bisa diakses melalui jalur air, Sungai Sebangau tetapi bisa memakan waktu hampir satu hari penuh. Jika kita dari arah banjarmasin, Kalimantan Selatan, bisa sampai di desa ini setelah berkendara 6-7 jam! Saking seringnya masuk Desa Paduran inilah saya sampai seperti memiliki keluarga di kampung kecil ini. Berikut ini adalah beberapa foto behind the scenes ketika tim Jejak Petualang Wild Fishing Trans|7 mendokumentasikan kegiatan masyarakat di perairan tawar yang menjadi hak ulayat mereka. Sebenarnya daerah ini lebih didominasi oleh pendatang yakni para transmigran dari Pulau Jawa. Namun meski populasi masyarakat asli di daerah ini tidak dominan, kegiatan khas masyarakat Dayak yang dilakukan sangat menarik untuk didokumentasikan. Catatan lebih detail akan saya tuangkan di postingan berikutnya nanti. Salam wild fishing!











































* Reporter: Me. Camera person: Eko Priambodo. Host: Madhina Suryadi. Pictures taken on July 2015. Mostly taken by me. No watermark on the pictures, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers