Friday, 2 October 2015


Setahun lalu, ketika asap akibat kebakaran hutan dan lahan merajalela di Kalimantan Tengah. Kota Palangkaraya dan sekitarnya berubah menjadi kota mati, semua rumah sakit penuh dengan pasien yang terkena penyakit ISPA, suasana kota yang mencekam dan penuh dengan kegundahan masyarakat. Bersama tim Jejak Petualang saya mencoba mengabarkan semua ini dengan terjun langsung ke lokasi, bahkan ke titik-api, dan juga ikut serta membantu dengan segala daya untuk memadamkan api yang ada. Dengan harapan dapat membangun kesadaran secara nasional terhadap apa yang terjadi di Kalimantan tengah dan juga berbagai daerah lainnya misalnya saja di Riau. Tetapi alam yang 'marah' memang lebih perkasa mengalahkan semua usaha yang dilakukan oleh kami dan berbagai pihak lainnya. Liputan ini bagi saya yang terberat (selama di Trans7) yang menguji keteguhan kami bekerja, keteguhan kami menjadi sebuah tim, keteguhan hati kami sebagai manusia, sebagai sebuah keluarga kecil yang mencari penghidupan bekerja di lingkungan yang ekstrim dan membahayakan kesehatan kita jauh dari keluarga.  Kami dalam beberapa hal merasa lemah dan 'kalah' untuk menghadapi semuanya dengan tetap teguh dan memiliki hati dan akal yang sehat; seorang anggota tim sakit keras, dan satu orang tim kami malah memperkeruhnya dengan hasutan-hasutan keji ketika kami kembali ke Jakarta. Saya yang pontang-panting mengurus anggota tim yang sakit parah tersebut malah kemudian menjadi salah dengan munculnya banyak isu "memuakkan" yang memutarbalikkan fakta. Yang mengambil resiko untuk keselamatan menjadi tertuduh, yang menggunakan uang untuk 'membeli' tim menjadi pemenang pertarungan antar ego. Tetapi inilah ujian untuk membuka hati dan mata kita pada yang lebih baik, dan kini setelah setahun berlalu, saya kemudian bersyukur. Justru yang menghasut itu kemudian tersisih di sudut temaram dalam kesendirian akibat topengnya yang terbuka secara perlahan. Yang memiliki kuasa dan kemapanan dan mampu 'membeli' tim tersebut kemudian menjadi malu dengan kekanak-kanakannya karena kini semua orang menjadi paham atas kelakuannya. Tuhan maha adil! Kepada rekan-rekan, seluruh sahabat yang mungkin dahulu terlibat di 'neraka' ini, namun tetap teguh dalam menjalankan tugas dengan benar, this one for you guys!!!






















* Kru: me (reporter), Irfan Padli (cameraman), AK (cameraman), Vika Fitriyana (host). Pictures taken on September 2014 by me & Guruh Dwi Saputra. No watermark on the pictures, but please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with my pictures without respect!!!

1 comments:

frenzyhook said...

aku tertanya tanya ape yang sedang berlaku disana. tahun 2015 penuh dengan tragedi.bagaimankah kehidupan insan disana. ape para pemancing disana buat pada ketika ini.di malaysia keadaan jerebu semakin teruk. semoga kita semua tabah.

Popular Posts

Google+ Followers