Friday, 2 October 2015


Foto di atas didokumentasikan di sebuah belantara di Kalimantan Tengah, bulan Agustus 2014, ketika saya berhasil melarikan diri dari sesaknya sebuah ‘belantara’ Jakarta yang mengerikan itu (baca: cuti kerja). Belantara beton yang mengerikan yang anehnya terus saya tinggali hingga hari ini karena alasan mencari sesuap nasi dan seribu undangan untuk entah siapa. Hahaha! Yang mendokumentasikan foto ini adalah seorang pengemudi (Mas Joko) yang sering menjadi langganan saya jika berpetualang ke Kalimantan Tengah. Melarikan diri dari Jakarta selalu menjadi momen yang membahagiakan, tidak perlu menghidupkan ponsel dan tidak perlu mules terus memikirkan tekanan akibat tanggung jawab dan wewenang dari mencari hidup di sebuah tempat bernama perusahaan. Ditambah dengan kehadiran orang-orang sederhana di sekitar kita yang tulus menemani dan membantu kita menikmati segala kemegahan yang disajikan oleh alam, kebahagian itu menjadi berlipat ganda. Orang-orang yang sudah menganggap saya sebagai keluarga, bukan karena ada apanya, tetapi menerima saya apa adanya. Hari itu, saya merasa begitu berbahagia karena yang ada di sekitar saya hanyalah orang-orang penuh semangat yang sederhana. Yang menerima saya apa adanya, bukan ada apanya. Begitu tulus mengantarkan saya memancing. Begitu semangat menunjukkan danau-danau ulayat mereka. Dan juga begitu apa adanya memberi saya begitu banyak inspirasi tentang kehidupan dan kepedulian. Sembari mengantarkan saya memancing, sebenarnya mereka juga sembari melakukan 'patroli' danau-danau terisolasi yang ada dalam wilayah ulayat mereka dari kegiatan yang merusak. Paling sering terjadi adalah penangkapan ikan dengan cara meracun ikan!

Memancing menjadi kegiatan yang menyenangkan karena tidak ada keharusan mendapatkan ikan apalagi ikan besar, berbeda dengan ketika saya bekerja misalnya. Memancing kembali menjadi arti seperti apa adanya semula, menangkap ikan dengan alat pancing, tidak lebih. Masalah hasil, ukuran dan jenis ikan tidak perlu menjadi perdebatan, tetapi malah menjadi sebuah syukur karena kebahagiaan yang masih diberikan oleh Tuhan dalam bentuk kegiatan memancing. Perairan tawar yang saya datangi adalah perairan tawar liar yang jarang disentuh pemancing lain. Perairan yang istimewa dan hanya diberikan kepada anggota keluarga. Saya tidak memiliki apa-apa, berbeda dengan banyak orang dengan uang segunung yang bisa membeli apapun, termasuk spot-spot mancing terbaik, saya tidak memilikinya. Saya hanya memiliki kejujuran untuk menjadi diri sendiri tanpa berpura-pura, itulah yang membuka banyak pintu di berbagai daerah di seluruh negeri ini selama ini. Meski saya juga mengalami, bahwa kejujuran dan kesederhanaan saya terkadang juga berbuah petaka, terutama dari orang-orang tua dan kaya materi yang menganggap saya terlalu sulit untuk ‘dibeli” dan menuruti semua kehendaknya, terutama kehendak gila 'menguasai' apapun yang ada di depannya termasuk semua p*******! Menyedihkan!

Beberapa minggu sebelum melakukan perjalanan ini saya sudah memesan selusin t-shirt khusus kepada seorang sahabat di Yogyakarta untuk kemudian saya kenakan dan bagikan kepada siapapun yang berminat. Sekedar ingin menyebarkan sebuah tekad dan harapan. Demi negeri tercinta Indonesia yang baru merayakan kemerdekaannya yang ke-70 tahun. Ada tekad dan harapan pada perairan tawar dan laut kita agar terus terjaga. Bukan hanya karena saya menyukai kegiatan memancing dan ikan-ikan yang tidak pernah mempermainkan hati saya tersebut. Tetapi karena sejatinya perairan dan juga apapun sumber daya alam yang ada, sejatinya adalah titipan yang harus kita wariskan sebaik mungkin kepada anak cucu kita nantinya. Inilah yang kemudian mendasari sebuah cita-cita sederhana yang kemudian saya putuskan bernama Wild Water Indonesia. Sebuah langkah kecil untuk lebih peduli kepada perairan di negeri ini, ikut serta memperkuat kearifan lokal masyarakat dalam menjaga perairan dan potensi lainnya di sekitar mereka. Salam Wild Water Indonesia!



Pictures captured at Petuk Barunai, Central Kalimantan. August, 2014. Please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with our pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers