Saturday, 10 September 2016



Dan meski itu dalam takaran yang sangat kecil, yang sebenarnya tidak terlalu saya harapkan sama sekali, jika kemudian ada yang merasa memiliki wewenang untuk melakukan penilaian, siapapun itu, bisa melakukannya dengan lebih bijaksana. Secara lebih dewasa. Bukan karena kami telah melewati begitu banyak hal di pedalaman yang begitu berat, kompleks dan melelahkan. Bukan karena ketika kami didera hujan badai mereka ada di rumah mendekap kehangatan, bukan karena ketika begitu banyak ancaman, mereka yang memiliki wewenang judgement itu begitu tenang di kursi empuknya. Bukan karena kami melakukan hal yang lebih hebat dan baik dari banyak orang lainnya di luar sana. Tetapi karena judgement tersebut telah dikurangi dari banyak bias akibat apa yang disebut dengan “tidak tahu” atau “tidak memahami” apa yang sesungguhnya terjadi dan apa yang telah kami lakukan demi mewujudkan sesuatu tersebut! Saya tidak pernah meminta dan berharap bahwa perjalanan di pedalaman yang kami lalui adalah sesuatu yang begitu mulus dan nyaman apalagi mendapatkan pujian, tetapi kami hanya meminta bahwa prinsip keadilan dan kemanusiaan tidak dilupakan hanya karena pihak-pihak tertentu merasa memiliki wewenang dan mulut yang bebas berbicara apa saja. Pada akhirnya semuanya adalah demi menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya, dengan semulia mungkin. Pada akhirnya masing-masing semuanya adalah demi mencari penghidupan dengan segala resiko dan tanggung jawabnya. Saya hanya takut orang menjadi tidak memiliki empati, menjadi tidak bijak dan kurang rasa respek, karena tidak mendapatkan informasi dan data yang semestinya. Meski saya akui memang ada yang seperti itu meski telah mendapatkan segala informasi dan data yang dibutuhkan untuk menyatakan ataupun mengambil keputusan dalam konteks wewenangnya. Well, berikut ini adalah foto-foto behind the scene Jejak Petualang Wild Fishing Trans|7 ke Pulau Halmahera pada Juni lalu. Lokasi suting kami adalah di sistem perairan payau di Tanjung Sowli (selama sekitar 1 Minggu) dan sisanya adalah di sekitar DAS Kali Waci di Halmahera Timur. Kali Waci adalah daerah aliran sungai terbesar dan terpanjang di Halmahera Timur yang sekaligus juga paling berbahaya saking banyaknya konflik antara masyarakat pesisir dengan “orang-orang hutan” yang masih menganut prinsip “potong kepala” demi mendapatkan statusnya sebagai orang dewasa di masyarakatnya yang masih nomaden dan menganut animisme! Foto-foto berikut ini juga sebagai ucapan terimakasih kepada seluruh kru lokal, orang-orang sederhana yang begitu berjasa! Salam petualang!!!













































































* Pictures captured at Halmahera, North Mollucas, June 2016. Credits belong to various peoples; Me, Faishal Umar, Budhi Kurniawan, etc. Please don't use or reproduce (especially for commercial purposes) without my permission. Don't make money with our pictures without respect!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers