Skip to main content

Posts

Showing posts from May, 2008

Kepulauan Loloda Utara Ramah Sambut Kedatangan Para Pemancing

Satu hal yang menjadi catatan khusus selama berlangsungnya turnamen yang dilangsungkan di wilayah Kepulauan Loloda Utara itu adalah sambutan luar biasa dari pemerintah daerah dan juga dari masyarakat terhadap digelarnya turnamen itu. Bahkan di basis turnamen yakni di Desa Dama (atau Doma), selama tiga hari dua malam itu suasana di sana seperti sedang berlangsung pesta besar-besaran. Sejak peserta dan panitia datang di sana masyarakat sudah menyambut dengan aneka tari-tarian dan lain-lain. Makanan tradisional berlimpah, dermaga yang dihias janur kuning, dan umbul-umbul yang memenuhi penjuru desa. Desa Dama sungguh gegap gempita selama berlangsungnya turnamen. Pesta, pesta dan pesta dimana-mana. Meninggalkan Dama pada akhirnya menjadi sangat menyiksa sebab hati saya seperti telah terikat di sana. "Bapak, tahun depan datang lagi ya!" teriak para warga yang mengantar rombongan pemancing menuju tiga speedboat yang akan membawa kami ke Tobelo, Ibukota Kab. Halmahera Utara. Lambaia…

Indonesia Fishing Expo 2008: Dunia Sportfishing di Negeri Ini Semakin Bergairah

Geliat sportfishing di Indonesia agaknya semakin bergairah saja. Berbagai turnamen akhir-akhir ini dilangsungkan dimana-mana baik di freshwater ataupun saltwater. Dan semuanya terlihat berlansgung sukses. Tak terhitung lagi fishing trip menjelajah wilayah-wilayah yang jauh yang dilakukan oleh para pemancing kita. Pemancing-pemancing baru juga bermunculan dalam jumlah yang sangat signifikan. Ini semuanya tentu menggembirakan kita semua. Tetapi dari itu semua ada yang kurang lengkap yakni jarangnya atau tiadanya) suatu event yang mampu mempertemukan antara pemancing, toko pancing, fishing operator, dan lain-lain di satu tempat yang sama dimana semua bisa berbaur menjadi satu untuk kemudian memperbincangkan berbagai hal seputar mancing. Di Jepang kita kenal ada Osaka Fishing Show yang luar biasa itu. Di Amerika tidak perlu diperbincangkan lagi saking banyaknya event seperti itu. Tetapi hal seperti itu di negeri kita masih jarang kalau malah dapat dikatakan hampir tidak ada. Tetapi "…

Anglers Aircraft: Suatu Pagi di Bandara Kao, Halmahera Utara

Sekitar pukul 09.00 WIT, di Bandara Kao, Halmahera Utara. Terdengar ponsel penumpang di samping saya berbunyi nyaring. "Halo sayang, kamu sudah sampai di sana? Oh baru sampai Bandara Kao ya. Wah, selamat mancing ya... Awas bagasinya ketukar atau ketinggalan. Ntar nggak jadi mancing deh. Jadinya malah manyun. Kalau mancing ikan-ikan yang kecil dilepas aja yach biar anak cucu kita masih bisa mancing. Dan juga nggak perlu bawa ikan ke Pulau Jawa. Lagian aku juga malas dan gak bisa masak". Wakakakakak!

* Foto: Suasana di Bandara Kao, Kabupaten Halmahera Utara menjelang digelarnya turnamen mancing The 1st Norh Halmahera Game Fishing Tournament. (Photo by Me).

Nadine Akhirnya Menjadi Cover Girl Majalah Mancing Edisi Juni 2008... :D

Tiba di Jakarta tadi siang jam 14.00 WIB setelah menempuh perjalanan selama tiga jam dari Menado. Saya terpaksa stay semalam di Menado sebab saat tiba dengan Trigana Air dari Kao di Halmahera Utara kemarin pesawat Lion Air terakhir ke Jakarta sudah terlanjur terbang. Sesampai di kantor komputer yang saya sasar pertama kali adalah komputer orang design. Saya terkejut sekaligus gembira luar biasa sebab foto yang meski selintas lalu memang pernah saya harapkan untuk dijadikan cover Majalah Mancing edisi Juni 2008 ternyata benar-benar jadi cover. Cuma saya menjadi sedikit bingung bagaimana memberitahukan dipakainya foto ini untuk cover ke pemancing bersangkutan sebab saya tidak tahu bagaimana menghubunginya. Dan satu hal yang juga mengganggu saya adalah apakah dia suka fotonya dipajang di cover. Halo Nadine, its okay khan elo jadi cover di Majalah Mancing? Dan apakah 'teman'-mu juga berkenan dengan hal ini. Hehehehe. Uups. Tetapi tentunya saya berharap bahwa mereka suka dengan h…

The 1st North Halmahera Game Fishing Tournament: Luar Biasa!!!

Sesungguhnya saya belum ingin kembali ke Jakarta sebab perjalanan mancing ke Halmahera Utara kemarin ini rasanya terlalu singkat. Hanya lima hari. Itupun tidak sempat secara sungguh-sungguh 'menikmati' Halmahera Utara sebab jadwal turnamen yang sangat padat. Tetapi tentunya saya sangat bergembira sebab turnamen mancing bertaraf nasional pertama yang digelar di sana kemarin berlangsung sukses. Kegembiraan saya tentunya menjadi berlipat sebab saya juga turut serta membantu persiapan turnamen ini dengan ikut serta sebagai tim survay yang menjelajahi perairan di sana selama Maret 2008.

Jumlah peserta di turnamen tersebut memang tidak banyak, hanya sebelas tim yang berasal dari Jakarta, Surabaya, Bali, Balikpapan, Ternate dan Tobelo. Keluar sebagai Juara Umum adalah Tim Brykent dari Tobelo yang berhasil memancing GT seberat 25.20 kg. Di foto tertulis 28.20 kg sebab Titi sang pemancing saat difoto ternyata menarik tali di timbangan sehingga berat bertambah dua kilogram lebih berat. H…

Tak Sabar Rasanya Ingin Segera Menginjak Tanah Halmahera

Besok jam 10 WIB pagi saya akan kembali berangkat ke Pulau Halmahera. Penerbangan panjang dari Jakarta-Makassar-Menado-Kao (Halmahera) kembali akan saya tempuh. Kali ini saya akan kembali mendatangi Pulau Doi di Kepulauan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara. Acara selama seminggu ke depan adalah turnamen mancing nasional yang bertajuk 1st The North Halmahera International Game Fishing Tournament. Sekitar 1 bulan yang lalu saya telah berada di sana selama 20 hari, memancing dan mensurvai lokasi yang akan dijadikan lokasi turnamen. Halmahera adalah kepulauan yang indah. Ikan yang banyak. Masyarakat yang bersahabat. Foto di samping ini adalah saat kami merapat di sebuah kampung kecil "di ujung dunia" bernama Sosolat di Kab. Halmahera Timur. Tidak ada jalan darat ke kampung itu. Saat kapal ferry kayu kami tiba di depan kampung (kapal tidak bisa merapat karena tidak ada dermaga), waktu itu kami disambut dengan sangat meriah. Serombongan pemusik bambu menyambut kami di tempat …

Mancing Kasting di Subang Bersama Teman-temans.... Bonusnya Kelapa Muda dan Nasi Liwet... :D

Kemarin serombongan fly fisherman dan pemancing kasting asal Jakarta dan Bandung berkumpul di sebuah kampung kecil di daerah Subang, Jawa Barat. Temu kangen sambil mancing bersama. Minggu yang indah karena selain mancing kita juga dimanja dengan segarnya kelapa muda dan nasi liwet. Kampung Cijambe hari itu sangat dingin, sangat khas hawa pegunungan. Udaranya sangat segar! Candra asal Bandung dan Irwin Ismail yang fotonya dipajang di sini adalah dua dari sekitar 10 pemancing yang hadir di sana dalam rangka memenuhi undangan Bpk. Pudjo Basuki (pendiri sekaligus mantan Ketua FORMASI - Federasi Olahraga mancing Seluruh Indonesia). Suasana sangat meriah karena baik pemancing kasting ataupun fly fishing saling berlomba menaikkan ikan bawal paling besar dan juga ikan-ikan managuense (kerapu air tawar) dengan artificial lure masing-masing. Kapan ya bisa kumpul-kumpul lagi seperti hari Minggu kemarin? Mancing bersama kawan-kawan selalu menjadi saat-saat yang menyenangkan. Miss the moment alrea…

Catch and Release Billfish... Bagaimana Kalau Sudah Menyangkut Perut?!

Atas nama kelestarian lingkungan, atas nama spesies langka dan dilindungi, dan atas nama lain-lain kita mungkin bisa meneriakkan kata-kata kasar ke orang yang membunuh sailfish atau marlinuntuk dijual seperti di dalam gambar ini. Seperti biasa dilakukan di sebuah forum. Orang-orang yang kebanyakan invisible itu suka koar-koar lantang karena mukanya tidak kelihatan. Pernahkah kita berfikir sekilas saja bahwa yang menjual daging sailfish atau marlin ini adalah seseorang yang terpaksa karena perlu makan. Atau orang yang memang tidak tahu bahwa spesies ini sudah mulai langka jadi sebaiknya dirilis lagi ke laut saja. Benar dan salah dalam urusan ini menjadi sangat terbuka untuk diperdebatkan. Secara pribadi saya pro dan kontra dengan keputusan nelayan yang membunuh sailfish atau marlin ini, tetapi saya lebih tidak setuju kalau nelayan ini sampai melakukan perbuatan kriminal (atau sampai mati kelaparan) misalnya karena dia tidak bisa menangkap ikan di laut yang notabene terletak "di de…

Rapala Skitter Walk Cocok Untuk Kasting Kakap Putih

Barramundi masih terus 'mengamuk' di kolam kiloan Legenda Biru, Tanjung Burung. Asal kuat bayarnya aja. Hehehe.... Dan umpan top water model pencil atau stickbait masih merupakan juara sebagai yang paling banyak disambar oleh ikan-ikan barramundi di sana. Sebelumnya di kolam ini umpan yang paling sering disambar adalah minnow kecil-kecil buatan Lucky Craft, dan lain-lain. Tetapi kemudian dominasi minnow kecil-kecil (5-7 cm) ini digeser oleh stickbait dan pencil dari Heddon, Yo-Zuri dan Rapala. Rapala Skitter walk yang digunakan oleh Jonathan (lihat foto) termasuk umpan yang baru dikenal oleh barramundi di Legenda Biru. Dan beberapa saat setelah dilemparkan ke air kemudian di lanjutkan dengan walk the dog seekor barra ukuran 1,5 kiloan langsung menyambar. BAMMM!! Suaranya terdengar sangat dahsyat dan sekaligus nikmat. "Mungkin karena stickbait ini warnanya mirip belanak makanya langsung disambar," kata Jonathan.

* Foto #1: Jonathan dengan barramundi (Foto by Me)
* Foto …