Skip to main content

Posts

Showing posts with the label kepulauan seribu

(Bersyukur) Karena Lolos Dari Petaka di Perairan Bangka

Kami tidak bangga berhasil lolos dari insiden ini. Namun bersyukur pada-Nya masih diberi kesempatan menjalani takdir sebagai ciptaan-Nya. Oleh karenanya kisah ini dimaksudkan sebagai pengingat agar hal seperti ini tidak terjadi dengan kawan-kawan pemancing lain dimanapun berada. Safety first guys! Bangka yang panas! Begitu kesan pertama saya saat menginjakkan kaki di bandara yang saya lupa namanya di Pangkal Pinang, ibukota Provinsi Bangka Belitung (Babel). Padahal kami tiba dengan pesawat sore hari. Panasnya Bangka ini terasa berlipat jika mengingat kejadian di Terminal 1 B Bandara Soetta beberapa jam lalu dimana para petugas security dan petugas sebuah maskapai udara menolak menaikkan lifevest kami ke dalam bagasi mereka. Kejadian yang baru pertama kali kami alami dalam sejarah perjalanan mancing saya sejak 2007. Sebenarnya panasnya Bangka ini seharusnya sudah bisa saya antisipasi mengingat ‘perut’ Pulau Bangka dipenuhi oleh kandungan timah, meski sekarang ini sudah jauh berkurang is...

Agar Laut Sesekali Waktu Juga Berwarna PINK!

Saya rasakan, dunia mancing negeri ini semakin semarak saja. Penyebabnya bukan karena komunitas mancing yang terus bertambah banyak di berbagai daerah, bukan pula karena semakin banyaknya member klub-klub mancing yang jumlahnya saya rasakan semakin banyak saja (bagaimana tidak pesat pertumbuhan klub-klub ini, kini satu kantor pun sudah membuat klub mancing sendiri), bukan pula karena begitu banyaknya turnamen mancing yang akhir-akhir ini digelar di berbagai daerah di Indonesia. Hal-hal barusan memang jelas pasti akan membuat dunia mancing di negeri ini semarak, tetapi ada hal yang lebih membuat semarak. Yakni kehadiran pemancing-pemancing baru dari kalangan perempuan! Jadi siapapun yang mengira bahwa urusan memegang joran (baca: mancing) hanyalah urusan kaum pria saja, kini harus merevisi pendapatnya tersebut karena nyatanya para cewek kini pun tak segan turun ke laut dan rela terpanggang ‘nakal’nya sinar matahari demi mendapatkan sambaran ikan. Mereka juag beranggapan bahwa memancing ...

Restoran Cantik di Tengah Kepulauan Seribu!!!

Bagi Anda para pemancing, penyelam ataupun pecinta laut lainnya yang sering berkunjung ke Kepulauan Seribu. Jika Anda sedang merencanakan perjalanan ke perairan di utara Jakarta ini menurut saya tidak ada salahnya untuk tahu tempat ini. Nusa Resto/Nusa Keramba. Bukan tempat mancing (for public) memang dan juga bukan tempat menyelam ataupun snorkling karena ini adalah basenya perusahaan cabut duri dan budidaya bandeng skala besar yang terkenal di Jakarta (produknya ada di supermarket-supermarket besar di Jakarta seperti Carefour). Tetapi mengenai mancing, berdasarkan update terbaru saya kesana beberapa waktu lalu (Juli dan Agustus saya dua kali ke tempat ini) sekarang ini ada space for public yang baru dibuka yakni kolam/keramba bandeng 3 kiloan dan 2 kiloan (isi kolam/keramba adalah ikan bandeng dengan berat @ 2 kg dan 3 kg) yang dibuka untuk umum. Per kg 2 bulan lalu harganya adalah 50.000. Jadi satu ekor bandeng 3 kg ya sama dengan 150 ribu rupiah. Harganya wajar saja kalau menurut s...

Cumi Kering Goreng di Kelong Pak Long

Cumi goreng ataupun cumi bakar bukan sajian laut yang asing bagi banyak orang. Namun waktu seminggu lalu saya mengunjungi Kabupaten Lingga saya merasakan petualangan kuliner yang tidak ada duanya dengan si cumi ini. Ceritanya bersama kru Mancing Mania Trans 7 hari itu kami merancang trip mancing ke sebuah kelong (bagan) di tengah laut. Berharap bisa kasting, popping, atau melakukan kegiatan mancing lain yang khas atau sangat menarik. Namun apa daya kondisi perairan memang tidak mendukung, tidak ada game fish di tempat itu. Maka kami pun sibuk menyantap cumi kering yang digoreng yang disajikan oleh pekerja kelong itu. Dan ternyata saudara-saudara, cumi kering yang digoreng itu rasanya sangat luar biasa. Beda banget dengan cumi basah yang digoreng ataupun dibakar!!!

Jawaban Dermaga 21

Dulu, sekitar 1,6 tahun lalu, pertama kalinya saya menginjak Marina Ancol, Jakarta. Saat itu saya begitu takjub alias ndeso sekali perasaan saya melihat kapal-kapal mewah berjajar di sana. Yang pertama kali terlintas di benak saya saat itu "ini sering dijadikan lokasi syuting sinetron". Padahal saya benci setengah mati dengan yang namanya sinetron. Haha. Kedua yang terlintas saat itu adalah siapa yang punya kapal-kapal mewah ini. Apa usahanya? Pejabat dimana? Perusahaan apa? Mereka membelinya dengan uang bersih apa uang kotor, korupsi atau tidak dan lain-lain. Lalu perasaan itu menguap begitu saja seiring mentari pagi yang semakin terik dan saya tiba-tiba telah meluncur ke utara dengan speed boat mewah 2x250 PK berkeliling Pulau Seribu selama 3 hari penuh. What a life! Saat itu saya masih begitu 'gagap'. Ke laut dengan sepatu hiking dan celana jeans! Damn!!! Waktu berlalu dan saya menjadi lupa sudah berapa kali Marina Ancol saya 'injak-injak'. Kemarin, 28-30/...

Paulus Susanto Juara Pangarmabar Cup Fishing Open Tournament 2008

Ikan kerapu seberat 16.35 kg yang dipancing oleh Paulus Susanto hingga batas akhir penimbangan pada pukul 14.15 WIB tidak ada yang mampu melampaui beratnya sehingga secara otomatis dirinya menyabet Juara I Ikan Terberat. Suasana yang cukup gempita tampak sekali di kubu Tim Samuel saat panitia mengumumkan bahwa waktu penimbangan ikan sudah ditutup. Maklum mereka adalah tim yang pertama kali menimbang ikan di saat tim lain mungkin masih memancing di laut. Seluruh anggota tim yang berkumpul di dekat KM Samuel di Dermaga 21 Marina Ancol sontak melonjak gembira sambil memekik kegirangan karena dengan ditutupnya waktu penimbangan ikan hal tersebut berarti tidak akan ada lagi ikan yang akan ditimbang sehingga ‘ancaman’ yang mungkin muncul dan bisa menggusur kesempatan mereka menjadi juara telah tidak ada lagi. >>More

Sepotong Senja Untuk Siapa?

Mungkin saya sedang ingat seseorang yang begitu mengusik hati saya saat 'menembakkan' kamera di moment ini. Atau saya mungkin sedang tidak ingat siapa-siapa tetapi sok sentimentil. Hehe. Yang pasti saat-saat seperti ini di laut sungguh membuat hati begitu nyaman luar biasa. Dengan pergi ke laut saja sudah terasa gembira karena bisa melepaskan diri dari kebisingan dan kesibukan kota. Eh malah dihadiahi dengan senja yang indah. Sayangnya tukang potonya kurang hebat sehingga hasil fotonya biasa-biasa saja. Maklum tukang potonya berharap bertemu ikan besar dibanding bertemu senja indah jadinya yaach, begitulah. Hehe.. Ada sebuah cerpen karya satrawan besar negeri ini, Seno Gumira Ajidarma yang begitu hebat dalam mengkisahkan hal senja. Mungkin karena saat dirinya menuliskan cerpen itu dia sedang memiliki seseorang "yang tercinta" dan benar-benar sangat merindukannya sehingga lahirlah sebuah cerpen yang mengguncang jagat sastra Indonesia dan begitu digandrungi oleh para pe...