Sunday, 30 November 2008

Mungkin saya sedang ingat seseorang yang begitu mengusik hati saya saat 'menembakkan' kamera di moment ini. Atau saya mungkin sedang tidak ingat siapa-siapa tetapi sok sentimentil. Hehe. Yang pasti saat-saat seperti ini di laut sungguh membuat hati begitu nyaman luar biasa. Dengan pergi ke laut saja sudah terasa gembira karena bisa melepaskan diri dari kebisingan dan kesibukan kota. Eh malah dihadiahi dengan senja yang indah. Sayangnya tukang potonya kurang hebat sehingga hasil fotonya biasa-biasa saja. Maklum tukang potonya berharap bertemu ikan besar dibanding bertemu senja indah jadinya yaach, begitulah. Hehe..

Ada sebuah cerpen karya satrawan besar negeri ini, Seno Gumira Ajidarma yang begitu hebat dalam mengkisahkan hal senja. Mungkin karena saat dirinya menuliskan cerpen itu dia sedang memiliki seseorang "yang tercinta" dan benar-benar sangat merindukannya sehingga lahirlah sebuah cerpen yang mengguncang jagat sastra Indonesia dan begitu digandrungi oleh para penggemar sastra, terutama mereka yang sedang kasmaran. Judulnya "Sepotong Senja Untuk Pacarku". Begini petikannya:

"Alina tercinta, bersama surat ini kukirimkan padamu sepotong senja–dengan angin, debur ombak, matahari terbenam, dan cahaya keemasan. Apakah kamu menerimanya dalam keadaan lengkap?"

Sayangnya saya tidak punya seseorang "yang tercinta" untuk saya kirimi senja ini dalam sebuah amplop, jadi inilah sepotong senja dari laut utara untuk kita semua. Ciao!!!

0 comments:

Popular Posts

Google+ Followers