Skip to main content

Posts

Perburuan Pangan dan Kesetaraan Gender: Kemarau dan Musim Rempa di Danau Batu Desa Sigi, Kalimantan Tengah

Telah beberapa kali saya melihat proses rempa (jaring ikan) yang dilakukan oleh masyarakat Dayak di berbagai daerah di Kalimantan. Uniknya selalu ada detail dan sesuatu yang baru sesuai dengan kondisi geografis ataupun karakter perairan tawar yang menjadi ‘playground’ nga-rempa ini. Desa Sigi adalah desa kecil yang berada di jalur trans Kalimantan yang menghubungkan Palangkaraya dan Kuala Kurun, ibukota Gunung Mas. Jika menggunakan mobil perlu waktu sekitar 1 jam 15 menit, satu tahun lalu agak lebih lama sebab ada ruas jalan sepanjang dua kilometeran yang rusak. Tetapi bulan Juli lalu saya lihat jalanan sudah mulus semua, ruas jalan yang rusak tersebut telah diperbaiki oleh dinas terkait dan semoga mulus selamanya. Maksudnya semoga bukan proyek perbaikan jalan dengan perhitungan tertentu yang akan rusak tidak lama lagi (dan kemudian diperbaiki lagi, begitu berulang terus). Kawan mancing saya Guruh Dwi Saputra menjadi ‘pintu’ yang menghubungkan saya dengan masyarakat D...

Wild Chef: Dawen Taya, Antara Sayuran, Obat, Racun dan Kemahiran Mengolah Pangan ala Dayak Ngaju

Ini adalah hal baru dalam ranah kuliner tradisional yang saya ketahui, padahal saya sudah merasa menjelajah kemana-mana ke seluruh penjuru negeri, padahal seingat saya saya juga bisa dan pernah makan apa saja. Tetapi ternyata keilmuan kuliner tradisional saya masih sangat dangkal. Yakni tentang pemanfaatan daun tanaman taya, atau dalam bahasa Dayak Ngaju disebut “dawen taya”. Tanaman taya, adalah tanaman berkayu keras yang relatif masih mudah dijumpai di Pulau Kalimantan. Kabarnya di Pulau Kalimantan, populasi paling banyak dari tanaman ini ya di Kalimantan Tengah ini. Di daerah lain, tanaman bernama Latin Nauclea orientalis ini juga banyak terdapat di Pulau Bali (disebut bengkel ), di Boven Digul Papua dan juga di Pulau Timor. Dalam bahasa Indonesia disebut dengan nama gempol . Di dunia dikenal dengan nama canary wood , cheese wood atau burr tree . Secara wilayah sebaran dapat dijumpai di beberapa negara Asia Tenggara hingga Papua Nugini dan Australia bagian utara. Berbatang...

Wild Chef: Umbut Ilatung, Rasa Pahit, dan Masyarakat Dayak di Desa Paduran, Sebangau Kuala

Kembali kita akan membicarakan makanan khas pedalaman Kalimantan. Tepatnya yang saya jumpai di Desa Paduran, Sebangau Kuala, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah. Umbut ilatung sebenarnya nama lainnya adalah juhu singkah atau yang dalam bahasa Indonesia kita kenal dengan umbut rotan. Awalnya adalah hasil obrolan sore dengan keluarga Rudi Hamid, kepala desa Paduran. Ibu raudah, istri Rudi Hamid yang meski berusia senja, selalu bersemangat kalau membicarakan sedang sesuatu, keluarga ini sudah menganggap saya seperti anak sendiri, jadi apapun diceritain blak-blakan. Di antara keseruan bercerita kemudian terucap kata umbut ilatung yang enak, begitu katanya. Usut punya usut rupanya ini adalah umbut rotan. Saya sendiri pernah mendokumentasikan cara memasak umbut rotan ini di sekitar Palangkaraya, sekitar dua tahun lalu. Tetapi waktu itu bahannya kami beli dari pengepul di pasar, jadi bukan bahan segar, terlihat dari warna luar kulit umbutnya yang mulai berwarna coklat. Pedagang sendiri meng...