Skip to main content

Posts

Lelahnya Mancing Popping Melawan Angin Selatan

Di musim angin Selatan seperti sekarang ini memancing di perairan Selatan Pulau Jawa sesungguhnya kurang pas. Dari segi apapun. Dari segi gelombang dan ombak Samudera Hindia sekarang sudah pasti selalu besar. Seperti saat kemarin saya ke Ujung Kulon. Memang swell saat saya mancing cuma sekitar 3 koma sekian meter dan wave sekitar 1 koma sekian meter. Tetapi angin yang demikian besar dan dingin (konon angin dingin ini karena asalnya dari Australia) praktis membuat swell dan wave terasa demikian perkasa. Mau popping repotnya minta ampun karena kita malah jadinya sibuk menjaga keseimbangan. Ombak yang besar juga berefek besar pada salah satu elemen suksesnya mancing dengan teknik popping, splash popper kita misalnya. Karena saat mencapai bibir-bibir batu atau karang riak ombak semakin banyak, splash dari popper jadinya juga sulit terlihat oleh ikan. Akibatnya popper selalu kesepian sepanjang hari karena tidak ada sambaran dari "pacarnya" yakni sang giant trevally. Belum lagi fak...

Memang Sebagian Ikan di Kolam Ini Adalah 'Invaders', Tetapi Kenapa Baru Sekarang Marah?

Dalam kultur Indonesia kehadiran orang asing di suatu daerah akan langsung dipantau dengan sangat seksama. Dulu mungkin masih dengan senyum yang meski seringnya dibuat-buat. Tetapi kini lupakanlah keramahan macam itu karena ternyata kultur kita kini adalah penuh curiga dan penuh prasangka. Ditambah lagi ini adalah jaman teroris jalan-jalan di mal dan tempat-tempat ibadah sambil menenteng belanjaan berisi es krim. Kecuali yang datang ke suatu daerah itu adalah orang asing yang datang itu berpenampilan mentereng dengan segudang simbol-simbol kekayaan maka kita akan langsung menyembah dan siap menjadi budaknya. Tidak percaya? Hitung saja sudah berapa lama kita menjadi budak utang luar negeri? Ilustrasi di atas mungkin mirip dengan kasak-kusuk yang mulai merebak di kalangan pemancing Indonesia menyikapi kehadiran kolam peacock bass di daerah Pondok Cabe, Jakarta. Banyak yang setuju dengan kehadiran kolam ini karena memang spesies yang ada di kolam catch and release ini sangat eksotis mula...

Salah Satu Keanggunan Indonesia Yang Mulai Hilang, Ikan Belida (Notopteus chitala)

Gambar ikan di perangko yang direlease tahun 1997 ini adalah ikan belida ( Notopteus chitala ). Bentuk ikan ini adalah berbadan pipih dengan kepala kecil. Bentuk kepala dekat punggung cekung. Bungkuk dibagian tengkuk dan memiliki sisik kecil-kecil. Rahang semakin panjang sesuai dengan meningkatnya umur sampai jauh melampaui batas belakang mata. Sisik pasa penutup insang terdapat 20 – 22 baris. Berwarna agak kelabu dibagian punggung dan agak putih keperakan di bagian perut. Pola warna bervariasi sesuai dengan fasenya. Panjang maksimum kurang lebih 875 mm dan berat tubuh dapat mencapai 15 kg. Sisi badannya dihiasi deretan bola hitam yang masing-masing dikelilingi lingkaran putih seperti jendela kapal laut. Kalau sudah dewasa, gambaran tubuh itu hilang dengan sendirinya, diganti dengan sejumlah garis seperti sabuk hitam. Walaupun ukurannya bisa menjadi besar, namun ikan ini juga digemari orang sebagai ikan hias untuk dipajang di akuarium air tawar. Mulut ikan Belida luar biasa lebar...

Cinta Pertama Saya Kepada Fly Fishing Itu Gara-gara Ikan Pacu Ini... :D

Rencananya weekend kemarin saya pergi ke Ujung Kulon meliput trip popping dari beberapa pemancing Jakarta dan Bekasi. Tapi apa daya trip ternyata di pending karena sesuatu hal. Lumayan pusing karena sudah siap sejak 3 minggu sebelumnya. Karena saya tidak siap untuk bengong di weekend saya lalu menghubungi teman-teman pemancing yang lain. Akhirnya saya memutuskan bergabung dengan Mr. Hock J Lim (Singaporean angler) untuk ikut mancing di kolam milik Ariel Tan (Malaysian angler) di daerah Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang. Ceritanya hanya berniat ngintip acara fly fishing dari para master fly fishing ini, eh ternyata Mr. Hock punya agenda lain. Beliau rupanya ingin meruntuhkan "iman" light tackle casting saya dengan mengajari teknik fly fishing. Hari sabtu saya belajar "setengah mati" cara cast dengan teknik ini. Benar-benar setengah mati karena memang sangat sulit dan melelahkan, apalagi untuk pemula seperti saya yang terbiasa spinning cast. Hasilnya, memang beberapa ...

Susahnya Mencari Popper Yo-Zuri Hydro Series

Mencari artificial lure produksi luar negeri ternyata masih dapat dikatakan gampang-gampang susah di Jakarta ini. Semuanya ada sih memang, mau merk apa saja tinggal tergantung kemampuan kantong kita. Mau Rapala ataupun merk-merk lain misalnya Halco, Daiwa dan lain-lain juga ada. Dari yang harganya murah sampai yang harganya mahal. Tetapi selalu, selalu tidak dalam seri yang lengkap. Misalnya popper Hydro Series dari Yo-Zuri ini. Saya sudah berkeliling ke hampir semua toko di Jakarta tetapi adanya cuma yang red head dan green mackerel. Sebuah toko pancing besar di Jakarta malah memiliki stock dalam jumlah yang tidak akan habis setahun tetapi hanya dalam dua warna tadi. Aneh. Padahal setahu saya banyak sekali yang mencari warna-warna lain dari seri ini. Misalnya warna blue mackerel, popper yang warna ini misalnya sangat ampuh dipakai popping di beberapa fishing ground di Jawa tengah. Warna blue and silver/white juga sangat banyak peminatnya. Juga warna gold. Sudah saatnya toko pancing me...

Kangen Sosolat, Desa Tenggiri Halmahera Yang Mendunia

Entah kenapa tiba-tiba saya sangat merindukan Desa Sosolat. Desa terpencil di keindahan dan keperawanan Pulau Halmahera, Maluku Utara. Desa yang tiba-tiba mendunia di kalangan sportfisherman karena VCD "Tenggiri Halmahera" yang dirilis oleh Majalah SIRIP (Malaysia) berdasarkan trip pemancing Surabaya bernama Rudi Hadikesuma. Mungkin karena saat di sana saya lupa segalanya saking indahnya. Mungkin karena di sana tidak ada sinyal cellular. Mungkin karena di sana saya tidak mendengar bunyi klakson kendaraan umum karena memang di sana tidak ada kendaraan umum selain beberapa perahu kecil di dermaga desa. Mungkin karena selama di sana saya menjadi terasing. Mungkin karena "bius" daging tenggiri (yang luar biasa itu rasanya) yang untuk mendapatkannya saya tinggal pergi memancing ke tanjung yang jaraknya hanya 3 mil di depan desa. Mungkin karena masakan Ros (juru masak Kepala Desa Sosolat) yang luar biasa rasanya. Mungkin karena "sihir" wilayah terpencil yang kon...

Semoga Perairan Ujung Kulon, Banten Bersahabat Dengan Pemancing

Gambar ini adalah prediksi angin dan gelombang dari FNMOC. Di image yang dirilis oleh institusi militer USA ini terlihat bahwa perairan sekitar Ujung Kulon akan cukup tenang sampai 144 jam ke depan. Jika diperhatikan secara seksama di ujung Timur bagian Selatan Pulau Jawa tinggi gelombang berkisar antara 3-4 feet dan atau maksimal 4-5 feet (1 feet sama dengan sekitar 0.3 meter). Wah berarti kepergian saya trip ke sana tanggal 20-22 Juni mendatang akan asyik dong? Ombak tidak akan tinggi dan tentunya bisa mancing dengan aman dan nyaman. Asal jangan sampai angin bertiup kencang saja. Dan juga sampai mati arus saja. Bisa-bisa mancing in heart kalau sampai arus mati. Tetapi sejujurnya agak sedikit was-was dengan warna hijau di perairan Selatan Jawa. Warna hijau menunjukkan tinggi gelombang akan berkisar antara 6-7 feet. Ini kalau ditambah dengan angin yang bertiup kencang rasanya sudah akan "goyang dombret" patah-patah ditambah dengan bonus "buang sauh". Semoga warna hi...